Betapa Berharganya Hidup Kita

  


Hidup bukanlah soal Menang atau Kalah

Tapi Berjuang atau Menyerah.

Maka Berjuanglah!

*atau minimal, HIDUPLAH!

Slogan di atas pernah terbesit sepintas di pemikiran saya secara tidak sengaja saat itu, mungkin waktu saya masih di usia SMA.

Masa SMA memang masa terindah bagi para anak muda yang tidak mungkin dirasakan untuk kedua kalinya (katanya). Muda mudi dengan pemikiran yang masih tergolong liar dan merasa bebas dalam  mengekspresikan diri sendiri (Tapi lagi-lagi pernyataan ini masihlah sebuah 'katanya').

Saya yang tidak pernah merasa bebas untuk mengekspresikan diri saya saat itu, entah dalam bentuk tindakan maupun ucapan ketika berada di depan khalayak umum, meskipun teman dan kenalan sendiri. Selama itu saya hanya mampu untuk merasa bebas dengan pemikiran saya yang katanya sih masih tergolong liar, berpikir entah apa yang belum tentu benar adanya.

Fantasi dan Imaji kita memang liar dan gila saat itu, lantas itulah hebatnya jiwa muda yang belum tentu masih kita miliki seiring terus bertambahnya usia~ belum banyak pertimbangan akan hal-hal rumit atas semua hal yang tengah kita rencanakan dan kerjakan.

Kita berangan setinggi-tingginya yang kita bisa, karena masih kita yakini, walaupun kelak angan itu tetaplah menjadi sebuah angan, posisinya tetap berada di titik yang tinggi. Meskipun mungkin terjatuh, setidaknya tidak berada pada posisi yang rendah. Bukti nyata bahwa pada saat itu, kita benar-benar menghargai diri kita sendiri.

Kepercayaan diri kita untuk menghadapi dunia nyata masih nyata, semua rencana tersusun rapih dan segala bentuk daya upaya kita kerahkan dengan gigih. 

Bersama teman-teman kita tunjukkan kebudayaan sejati bangsa Indonesia ini, yakni gotong royong dan kerja sama untuk kemaslahatan bersama. Memang tidak semuanya akan selalu terlihat rajin dan antusias ketika bekerja sama, namun ketahuilah~ mereka selalu memiliki caranya sendiri untuk peduli.

Lantas bagaimana kabar hari ini?

Masihkah semangat jiwa muda kita tertanam kokoh di dalam diri kita?

Masihkah kepercayaan diri kita sePD itu dalam menjalani kehidupan?

Masihkah pemikiran kita seliar dan segila seolah kitalah sosok yang kelak akan menggenggam dunia?

Semoga saja masih yah~

Memang tidak bisa dipungkiri bahwa suatu saat nanti, tantangan kehidupan akan terasa terlalu berat untuk kita lewati, melanjutkannya adalah mustahil menurut kita saat itu, hingga pada akhirnya kita berhenti di tengah jalan begitu saja, tanpa peduli sudah seberapa dekat sebenarnya ujung jalan yang baru saja kita lalui, dan kita sia-siakan.

Sepertinya menulis perkara kehidupan seperti ini terasa sangat mudah bagi saya, walau pada kenyataannya, saya pun lebih sering dibuat kewalahan dengan semua yang terjadi begitu saja, tidak sekali atau dua kali saya selalu memutuskan untuk menyerah dengan alasan hal itu terlalu susah.

Padahal saya sadari, bahwa saya masih kurang mencoba dan terlalu cepat untuk undur diri.

Sampai pada akhirnya saya mengikrarkan bahwa diri saya mati, mati, dan mati.

Setelah beberapa saat setelahnya tersadar, saya sadari betapa saya pada saat itu, sangat tidak menghargai kehidupan yang seharusnya dijalani dan dinikmati. Semoga tidak akan terulang kembali~


Ahh~ dan untuk semua mentemen sekalian~ Izinkan saya mengingatkan kita~

Bahwa HIDUP kita sangatlah BERHARGA, lebih berharga dari apapun yang ada di dunia ini!

Kita harus merasa hebat, karena memang sejatinya kita itu manusia hebat!

Kita harus berkata bisa, karena segala sesuatu memang ada jalannya!

Kita boleh berkata Susah, tapi tolong Jangan Menyerah!

Kita boleh merasa Tersakiti, tapi tolong jangan karenanya, kita malah Menyakiti!

Kita boleh tidak peduli kepada orang lain, tapi tolong pedulilah pada diri kita sendiri!

Lalu kita boleh bersedih dan menangis, agar kita peduli kepada yang lain dan tahu betapa perihnya hati yang teriris~


Sekian tulisan absurd tentang kita dan kita yang masih hidup di dunia ini dari saya, semoga menghibur~ Terima Kasih~~

Saya DeeZain, Pamit!

Post a Comment

0 Comments